Newest Post

// Posted by :Unknown // On :Selasa, 12 Maret 2013

Tidak lama terdengar keributan dari dalam ruangan pesta, dan suara ledakan dari meriam arah selatan istana, pasukan pembela kebebasan Republika, menyatakan perperangannya. setelah itu mereka mundur, ratu pun memanggil semua jendral jendralnya, dan melakukan rapat darurat di ruangan militer istana, deva dan vanny menghadiri rapat tersebut, dan ratu pun mengeluarkan perintah dengan daftarnama yang ada di dalam surat tersebut dengan kertas segel kerajaan Vespanola yang berdaulat.

tentu deva menentang atas keputusan ratu, dan mencoba untuk menyakinkan ratu agar tidak melakukan tindakan ini yang sangat gegabah, tapi ratu bersikeras dan memerintahkan segara mungkin deva membawa pasukanya untuk melaksanakan perintah ratu, dengan berat hati deva pun memberikan hormat kepada ratu dan membalikan badanya, lalu memerintahkan wakil jendral stevan untuk mempersipakan pasukan. berita ini pun langsung beredar luas di masyarakat, bahwa ratu telah memerintahkan salah satu jendralnya untuk mengeksekusi para pendukung Republika, gerbang kota pun di tutup, akses penduduk dan pedagang untuk masuk dan keluar kota di tutup. deva menggenggam tanganya dengan keras, karena sangat kesal, vanny pun datang dengan menggunakan seragam militernya, di perintahkan ratu untuk mendapingi deva.

mereka pun bergerak menuju kota, dengan 1000 parjurit dengan berpakaian lengkap, dengan list pertama, deva pun menuju sebuah rubah besar salah seorang bangsawan sir lancelot, deva mengetuk pintu rumahnya dengan sopan, dengan wajah yang sedih.

"tuan sir lancelot, saya Baron Deva, maaf, maakan saya" deva terdiam 
"aku sudah mengerti, jalankan tugas mu, tapi aku mohon jangan libatkan anak anak ku" sir lancelot pun tersenyum
"baik aku mengerti" ujar deva

vanny pun memerintahkan prajurit untuk membawa semua anggota keluarga sir lancelot kecuali anak kecil, dan di perlakukan dengan lembut. mereka pun di bawa tida hanya sir lancelot ada 24 nama keluarga, yang di kawal oleh prajurit, serta deva dan vanny, keputusan ratu yang sangat tiba tiba, tanpa ada pembritahuan sebelumnya, orang orang pun melihat kejadian tersebut, para keluarga bangsawan di rantai, menuju hierro prisión, Hierro prison adalah penjara untuk para penghiyanat, penjara tersebut seperti kolosium, sebuah tangga di turunkan, saat memasuki tempat tersebut, rantai yang membelenggu tangan mereka di lepaskan, dan mereka masuk secara bergantian melewati tangga, dengan tembok yang setinggi 8 meter mengelilingi mereka, tidak ada atab, tidak ada pintu, mereka duduk di tengah tengah tempat tersebut yang dimana tanahnya adalah pasir yang gersang.

saat jam 10 malam, ratu pun datang dengan petinggi militer yang lain. dan ia duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan. ratu menganggukan kepalanya kepada kepala penjara, komandan penjara itu pun berdiri membrikan perintah.

"Pasukan penembak bersiap di posisi masing masing" ujar kepala penjara  

melihat tentara mulai mengelilingi mereka semua, para bangsawan yang di tangkap berdiri, melihat ke semua arah, mereka pun berpelukan kepada keluarga mereka, terlihat di raut wajah mereka, air mata pun menetes, dan mereka bersorak sorak dengan menyebut "For Espanyola King Alexsandros V" bekali kali mereka menerikan kata kata tersebut.

kepala penjara pun menacbut pedangnya, dan mengibaskan pedagnya, suara letupan sejata pun terdengar menggema ke seluruh penjara tersebut, deva tidak tega melihat kejadian ini, begitu pula vanny, vanny menundukan kepalanya, deva berdiri tegak dan memberikan hormat. ratu melihat ke deva, hanya deva yang memberikan hormat, tembakan terus di letuskan, secara bergantian hingga tidak ada yang berdiri 24 keluarga berjumblah 300 orang, laki laki, wanita dan orang tua.

mayat mereka di tumpuk begitu saja dan di siram dengan minyak tanah yang banyak serta tumpukan kayu, lalu di bakar, terdengar suara teriakan beberapa orang yang mencoba pura pura mati, sungguh tindakan yang sangat kejam

setelah kejadian tersebut deva tidak dapat tidur selama 2 hari 2 malam, dan tiba tiba terdengar gedoran di pintu rumah deva, teryata vanny. dengan nafas yang tidak beraturan.

"deva cepat pergi, tentara sedang kesini untuk menjemputmu dan mengeksekusi mu" ujar vanny dengan panik
"memangnya kenapa aku harus di eksekusi ??" ujar deva
"saat tindakan mu memberikan hormat, di penjara waktu itu, ratu menganggap mu sebagai bagian dari orang orang Republika, dan cepat jangan menunda lagi" ujar vanny

deva pun bergeas, mengambil pedangnya, dan peralatan begitu juga baju perangnya, deva bergegas menuju kandang kudanya, dan mengambil kudanya melewati lorong rahasia yang ada di dalam rumahnya, begitu juga vanny mengikuti deva, pergi keluar kota untuk pergi dari kejaran ratu chitra Vepanola Alexsandris VI. 

bersambung.............        

 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

// Copyright © Light Novel //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //