Newest Post
Tag :// Cerita Fantasy
Mendengar laporan tersebut bahwa deva sudah tidak ada di kediamnya ratu sangat marah sekali, ratu memanggil 12 knighnya untuk membuat strategi perperangan, tapi melawan kondisi seperti ini, dimana rakyat mulai memihak kepada Republika, membuat semuanya menjadi sulit jadi ratu pun merubah strateginya agar rakyatnya tunduk kepadanya, dengan cara melakukan pendekatan terhadap rakyat. ratu chitra mulai dengan strateginya, dengan mengembangkan sektor agraris, memberikan pajak negara yang tinggi terhadap saudagar kaya, dengan pajak sebesar 15% dari usaha yang ia tekuni, tentu banyak para saudagar protes dengan keputusan ratu, tapi ini adalah perintah ratu bagi yang melawan jawabanya adalah tiang gantungan.
petugas pajak negara pun mengumpulkan 75 saudagar kaya raya, dan mereka pun di paksa untuk membasar pajak sebesar 15%, dan dimana hasil pajak tersebut akan di berikan kepada rakyat miskin berupa gandum dan roti, memberikan santunan kepada para petani. tapi sebagai gantinya petani wajib menjual panennya kepada kerajaan dengan harga yang sudah di tentukan oleh kerajaan, selain itu juga bahan makanan yang di beli kerajaan akan di salurkan lagi kepada para rakyat, kerajaan sekarang berpungsi memperbaiki ke sejahteraan rakyat, sungguh luar biasa kali ini gerakan sang ratu.
dengan kebijakan ratu ini membuat rakyat merasa sangat senang dan mereka mulai mencintai ratunya. sekolahan pun di buka untuk rakyat tidak hanya untuk bangsawan saja, rakyat di ajarkan baca dan tulis serta cara menggunakan pedang, tentu tanpa di pungut bayaran. di balik itu ratu di dalam rapat dengan 12 knig nya merencanakan perperangan, untuk memperluas wilayah kerajaan. dengan meruntuhkan kerajaan kerajaan kecil.
di tengah perjalanan deva dan vanny pun berhenti di sebuah gubuk tak berpenghuni yang sudah lama di tinggalkan, wilayah Kerajaan Alexsandria.
"sekarang apa yang harus kita lakukan ?" ujar vanny
"entahlah, aku berniat untuk bergabung dengan republika" deva dengan nada bingung
"kalo kita bergabung dengan republika, pastinya ratu akan berniat memburu kita" vanny menasehati deva
"tapi tanpa kita bergabung dengan republika pun, ratu sudah menyebarkan surat buronan bukan" deva menatap vanny
"betul juga, kalo begitu bagai mana kita mencari markas republika??" vanny bertanya
"menurut informasi, mereka berada di necropolis, reruntuhan kuno para dewa yang di anggap penuh monster disana" deva memberitahu vanny
"kalo begitu kita menuju necropolis kan" vanny tersenyum
"iya kita akan menuju necropolis"
deva dan vanny pun menunggu malam untuk menuju, necropolis, karena saat siang hari mereka sangat mencolok dan sangat mudah untuk di kenali, sebab alexsandria adalah masih kerabat dengan Vepasnola dan markas kaum royalis.
di necropolis di tempat tersembunyi, kaum republika mendapat kabar bahwa ratu mulai melakukan pemerintahanya dan sedikit sedikit rakyat menyukainya.
bersambung
Tag :// Cerita Fantasy
Tidak lama terdengar keributan dari dalam ruangan pesta, dan suara ledakan dari meriam arah selatan istana, pasukan pembela kebebasan Republika, menyatakan perperangannya. setelah itu mereka mundur, ratu pun memanggil semua jendral jendralnya, dan melakukan rapat darurat di ruangan militer istana, deva dan vanny menghadiri rapat tersebut, dan ratu pun mengeluarkan perintah dengan daftarnama yang ada di dalam surat tersebut dengan kertas segel kerajaan Vespanola yang berdaulat.
tentu deva menentang atas keputusan ratu, dan mencoba untuk menyakinkan ratu agar tidak melakukan tindakan ini yang sangat gegabah, tapi ratu bersikeras dan memerintahkan segara mungkin deva membawa pasukanya untuk melaksanakan perintah ratu, dengan berat hati deva pun memberikan hormat kepada ratu dan membalikan badanya, lalu memerintahkan wakil jendral stevan untuk mempersipakan pasukan. berita ini pun langsung beredar luas di masyarakat, bahwa ratu telah memerintahkan salah satu jendralnya untuk mengeksekusi para pendukung Republika, gerbang kota pun di tutup, akses penduduk dan pedagang untuk masuk dan keluar kota di tutup. deva menggenggam tanganya dengan keras, karena sangat kesal, vanny pun datang dengan menggunakan seragam militernya, di perintahkan ratu untuk mendapingi deva.
mereka pun bergerak menuju kota, dengan 1000 parjurit dengan berpakaian lengkap, dengan list pertama, deva pun menuju sebuah rubah besar salah seorang bangsawan sir lancelot, deva mengetuk pintu rumahnya dengan sopan, dengan wajah yang sedih.
"tuan sir lancelot, saya Baron Deva, maaf, maakan saya" deva terdiam
"aku sudah mengerti, jalankan tugas mu, tapi aku mohon jangan libatkan anak anak ku" sir lancelot pun tersenyum
"baik aku mengerti" ujar deva
vanny pun memerintahkan prajurit untuk membawa semua anggota keluarga sir lancelot kecuali anak kecil, dan di perlakukan dengan lembut. mereka pun di bawa tida hanya sir lancelot ada 24 nama keluarga, yang di kawal oleh prajurit, serta deva dan vanny, keputusan ratu yang sangat tiba tiba, tanpa ada pembritahuan sebelumnya, orang orang pun melihat kejadian tersebut, para keluarga bangsawan di rantai, menuju hierro prisión, Hierro prison adalah penjara untuk para penghiyanat, penjara tersebut seperti kolosium, sebuah tangga di turunkan, saat memasuki tempat tersebut, rantai yang membelenggu tangan mereka di lepaskan, dan mereka masuk secara bergantian melewati tangga, dengan tembok yang setinggi 8 meter mengelilingi mereka, tidak ada atab, tidak ada pintu, mereka duduk di tengah tengah tempat tersebut yang dimana tanahnya adalah pasir yang gersang.
saat jam 10 malam, ratu pun datang dengan petinggi militer yang lain. dan ia duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan. ratu menganggukan kepalanya kepada kepala penjara, komandan penjara itu pun berdiri membrikan perintah.
"Pasukan penembak bersiap di posisi masing masing" ujar kepala penjara
melihat tentara mulai mengelilingi mereka semua, para bangsawan yang di tangkap berdiri, melihat ke semua arah, mereka pun berpelukan kepada keluarga mereka, terlihat di raut wajah mereka, air mata pun menetes, dan mereka bersorak sorak dengan menyebut "For Espanyola King Alexsandros V" bekali kali mereka menerikan kata kata tersebut.
kepala penjara pun menacbut pedangnya, dan mengibaskan pedagnya, suara letupan sejata pun terdengar menggema ke seluruh penjara tersebut, deva tidak tega melihat kejadian ini, begitu pula vanny, vanny menundukan kepalanya, deva berdiri tegak dan memberikan hormat. ratu melihat ke deva, hanya deva yang memberikan hormat, tembakan terus di letuskan, secara bergantian hingga tidak ada yang berdiri 24 keluarga berjumblah 300 orang, laki laki, wanita dan orang tua.
mayat mereka di tumpuk begitu saja dan di siram dengan minyak tanah yang banyak serta tumpukan kayu, lalu di bakar, terdengar suara teriakan beberapa orang yang mencoba pura pura mati, sungguh tindakan yang sangat kejam
setelah kejadian tersebut deva tidak dapat tidur selama 2 hari 2 malam, dan tiba tiba terdengar gedoran di pintu rumah deva, teryata vanny. dengan nafas yang tidak beraturan.
"deva cepat pergi, tentara sedang kesini untuk menjemputmu dan mengeksekusi mu" ujar vanny dengan panik
"memangnya kenapa aku harus di eksekusi ??" ujar deva
"saat tindakan mu memberikan hormat, di penjara waktu itu, ratu menganggap mu sebagai bagian dari orang orang Republika, dan cepat jangan menunda lagi" ujar vanny
deva pun bergeas, mengambil pedangnya, dan peralatan begitu juga baju perangnya, deva bergegas menuju kandang kudanya, dan mengambil kudanya melewati lorong rahasia yang ada di dalam rumahnya, begitu juga vanny mengikuti deva, pergi keluar kota untuk pergi dari kejaran ratu chitra Vepanola Alexsandris VI.
bersambung.............
Tag :// Cerita Fantasy
